Hendra Nusa Blog’s

Teknik Memotret Dasar

Posted on: Maret 8, 2008

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.
A. FOKUS
    Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.B. EKSPOSURE
    Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

   Bukaan Diafragma (apperture)
     Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
“Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.”

 Kecepatan Rana (shutter speed)
   Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
   Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

   Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. “Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk”

 Kepekaan Film (ISO)
   Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

METERING (PENGUKURAN CAHAYA)
    Agar kita dapat mengetahui mengetahui berapa nilai diafragma dan kecepatan rana yang diperlukan sehingga memperoleh pencahayaan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh film agar tercahayai normal (cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed)), digunakan bantuan alat yaitu light meter (pengukur cahaya).

Ada beberapa model pengukur cahaya yang bisa digunakan, yaitu:
1) Pengukur cahaya kamera (Built in Light meter)
2) Pengukur cahaya genggam (Hand held Light meter)
3) Pengukur cahaya spot genggam (Spot meter)
    Selanjutnya yang akan dibahas lebih lanjut ialah pengukur cahaya kamera karena jenis light meter inilah yang umum digunakan di Ecolens. Fungsinya ialah untuk mengukur kecerahan cahaya yang ditangkap pandangan kamera.

•  Exposure Value (EV) atau nilai pencahayaan menerangkan nilai suatu keadaan pencahayaan dalam bidang fotografi. Satu nilai EV merupakan kombinasi dari bukaan diafragma dan kecepatan rana. Prinsipnya, satu kombinasi nilai EV tertentu menghasilkan pencahayaan yang sama pada film. Misal pencahayaan 1/250; f/3,5 sama dengan 1/125; f/5,6
• Kesalahan pengukuran:
  Pada pengukuran cahaya rata-rata, setiap kali kita membidik objek dan melakukan pengukuran kecerahayan cahaya atas objek, light meter kamera akan membaca tidak hanya kecerahan objek, namun juga lingkungan di sekitarnya. Kecerahan cahaya yang ditangkap kamera merupakan kecerahan gabungan antara objek dan lingkungan sekitar. Jika ada perbedaan kecerahan semisal obyek berada pada daerah bayangan sedangkan lingkungan dominan terang, maka area terang dominan tersebut akan mempengaruhi kecerahan secara keseluruhan. Akibatnya, lingkungan menjadi normal sedangkan objek menjadi gelap. Begitu pula sebaliknya

2 Tanggapan to "Teknik Memotret Dasar"

ada artikel tentang penataan cahaya untuk pemotretan ga

kalu ada kirim ya k

secepatnya ya

eza_thezava@yahoo.com

penting bgt tugas saya tuu

saya masih amatir dalam urusan potret memotret, tolong infokan, kalau motret untuk suasana gelap atau malam hari, hal2 penting apa saja yang harus diperhatikan agar gambar jelas…???thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: